junitaprima gizi

Diet gizi seimbang adalah diet yang memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, tidak kurang dan tidak berlebih. Saat puasa hal ini sepertinya sulit dilakukan karena jadwal makan yang berubah dibandingkan hari biasa.
Pada hari biasa diet seimbang dilakukan dengan mengonsumsi makanan sesuai dengan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS). Makanan yang dikonsumsi biasanya dibagi menjadi tiga yaitu pada saat sarapan, makan siang dan makan malam.

Di bulan Ramadan, Ahli Gizi dan pengasuh Klinik Gizi Keluarga, Leona Victoria Djajadi, BSc, MND, mengatakan untuk mengakali waktu makan yang berkurang, sebaiknya sewaktu berbuka konsumsi makanan yang natural, rendah lemak, banyak serat, dan tidak banyak santan atau gula buatan.

“Jika kita makan makanan yang miskin nutrisi, meskipun makan sebanyak apapun tubuh akan tetap merasa lapar, bukan karena lapar kalori tapi karena tubuh belum mendapatkan nutrisi yang cukup jadi mereka terus mengirimkan signal lapar agar nutrisi yang kurang dapat terpenuhi,” ujar Victoria seperti ditulis pada Rabu (2/7/2014).

Hal serupa juga dikatakan oleh dr Titi Sekarindah, spesialis gizi dari RS Pusat Pertamina Jakarta. dr Titi mengatakan sebaiknya hindari makanan bersantan dan yang di goreng. Ia menyarankan untuk berbuka menggunakan segelas teh dengan satu sendok teh gula dan makan makanan dengan pemanis alami seperti buah.

“Sebaiknya makan malam dengan nasi merah atau brown rice dengan lauk sayur. Hindari lauk dengan santan dan juga gorengan,” terang dr Titi.

Pada saat sahur, spesialis gizi klinik Departemen Ilmu Gizi FKUI RSCM, dr Fiastuti Witjaksono memberikan masukan untuk sahur dengan makanan lengkap yang terdiri dari karbohidrat, protein, sayur, dan buah. Konsumsi air pada saat sahur disarankan tiga gelas.

“Karbohidrat juga tidak selalu dengan nasi. Bisa kita ubah dengan roti. Roti sandwich juga cocok dimakan ketika sahur karena memiliki asupan gizi yang lengkap. Jika tidak ingin makan buah, buah bisa kita jus. Jika ingin menurunkan berat badan di bulan puasa, dianjurkan untuk memakan banyak protein dan mengurangi karbohidrat,” tutup dr Fiastuti.