Junitaprima lorena

 

Perusahaan transportasi darat PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) bakal menaikkan tarif angkutan lebaran untuk seluruh tujuan hingga 35%. Kenaikan tarif ini seiring dengan tingginya permintaan terhadap angkutan mudik menjelang lebaran.

Investor Relation dan Senior Technical Advisor LRNA Dwi Rianta Soerbakti mengatakan, kenaikan tarif Bus Lorena dilakukan sesuai dengan kesepakatan perseroan.

“Kami ini adalah AKAP yang bukan kelas ekonomi, dengan demikian kenaikan tarif kami tidak diatur pemerintah. Pemerintah mengatur tusla untuk kelas ekonomi, kami perusahaan AKAP non ekonomi, kami diberikan kebebasan untuk menetapkan tarif, menjelang lebaran di mana terjadi titik pertemuansupply and demand, ada kenaikan dari tarif normal 30-35%,” kata Rianta usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan, di Gedung BEI, Jakarta, Senin (30/6/2014).

Dia menjelaskan, kenaikan tarif tersebut menyesuaikan jarak tempuh perjalanan yang lebih panjang sehingga harus menyediakan bahan bakar yang lebih banyak.

“Karena jam perjalanan jauh lebih panjang karena macet, kemudian kalau lebaran ramainya hanya di satu sisi dari H minus berapa sama H plus berapa ramai setelah itu penumpangnya nggak ada. Antisipasi itu juga,” katanya.

Namun begitu, Rianta menyebutkan tidak akan menambah rute untuk angkutan lebaran. Penambahan rute dilakukan usai lebaran, namun belum bisa menyebut secara detil.

“Rute tambahan angkutan lebaran tidak. Karena membutuhkan perisapan, harus ada riset, mungkin untuk rute akan dilakukan pasca lebaran, kami akan mengevaluasi trayek yang tidak efektif, dan tidak bersinggungan langsung. Sekarang okupansi rata-rata 61-63%, kalau lebaran bisa di atas 100%,” tandasnya.